Kedai Kopi Amerika Syarikat Menolak Akta ‘Muslim Ban’ Trump

Perusahaan antarabangsa kedai kopi Starbucks merancang untuk mengambil lebih 10 ribu imigran di seluruh dunia selama lima tahun ke depan, sebagai respon terhadap larangan masuk Amerika Syarikat dari Presiden Donald Trump.

Memetik dari AFP pada Isnin (30/1), pernyataan tersebut disampaikan oleh ketua eksekutif Starbucks, Howard Schultz dalam sebuah surat kepada pekerjanya yang dimuatkan di laman rasmi perniagaan tersebut.

Gambar hiasan: Occupy Democrats

“Saya menulis kepada anda hari ini dengan keprihatinan yang mendalam, dengan berat hati dan janji yang pasti,” kata Schultz.

“Saat ini kami hidup dalam keadaan yang tidak pernah diduga seperti sebelumnya, di saat semua menjadi saksi atas hati nurani negara ini, dan janji American Dream, yang mulai akan dipersoalkan,” lanjutnya.

Gambar hiasan: Infowars

Schultz, yang merupakan penyokong Partai Demokrat, mengatakan perusahaannya telah menghubungi pekerjanya yang terkena tempias larangan tersebut.

Presiden dari Parti Republik, Donald Trump, telah menetapkan peraturan yang melarang masuk seluruh imigran ke Amerika Syarikat dalam tempoh selama 120 hari.

Gambar hiasan: Mashable

Perintah tersebut juga telah menolak kedatangan seluruh imigran yang terutamanya berasal dari Syria, menghalang kedatangan warga dari tujuh negara yang majoritinya adalah Muslim selama 90 hari. Tujuh negara tersebut adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Syria, dan Yemen.

Schultz juga mengatakan pekerja imigran baru tersebut akan berasal dari negara yang menghadapi konflik perang, penganiayaan dan diskriminasi dari 75 negara tempat beroperasinya kedai kopi tersebut.

Baca lagi: Larang Muslim Masuk AS, Barisan Selebriti Kecam Donald Trump di SAG Awards 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *