Ini Jenis Modifikasi Yang Berbahaya Menurut Pengeluar Motor

Pemandu motor tak jarang ingin memodifikasi tunggangan mereka agar tak terlihat terlalu standard. Meski begitu, ada pengubahsuaian yang tak dianjurkan oleh kilang motor.

Di jalan raya, kerap ditemukan sepeda motor yang telah diubah oleh pemiliknya, mulai dari perubahan ringan seperti penyematan stiker pada badan, penggantian spion, hingga perubahan berat yang meliputi aspek teknikal. Pengeluar motor pun mengamati modifikasi-modifikasi tersebut.

Gambar hiasan: Team BHP

Pengeluar motor menyebut, ada beberapa kebiasaan modifikasi pengguna yang berisiko pada keselesaan.

“Sebenarnya yang kami takuti kalau (modifikasi) yang bersangkutan dengan aspek keselamatan motor itu,” kata General Manager Technical Division PT. Astra Honda Motor, Wedijanto Widarso, saat ditemui Suara.com beberapa waktu lalu.

Gambar hiasan: Team BHP

Modifikasi pertama yang tak disyorkan oleh pengeluar motor ialah peninggian shockbreaker. “Shockbreaker disebaliknya sama mereka atau dipakaikan rantai,” ucap Wedijanto.

Menurut dia, hal tersebut berbahaya kerana pergerakan kusyen sudah diukur dengan amat tepat melalui piawaian mendalam. Setelah itu, motor diberikan komponen-komponen dengan kekuatan dan kualiti bahan sesuai keperluan serta perhitungan.

Gambar hiasan: Team BHP

“Kalau mereka menggunakan rantai yang ditinggikan sebenarnya sudah menyalahi gaya yang memang harus dipasang oleh shockbreaker,” tegasnya.

Modifikasi selanjutnya yang tak disarankan adalah penggantian rantai motor.

“Rantai roda motor sport atau sport rim, kerana ingin kelihatan hebat, diganti dengan yang berwarna dan sebagainya dengan spesifikasi dan kekuatan rantai yang kita belum tahu,” papar Wedijanto.

Baca lagi: Dituduh Gay, “Raja Kecantikan” Diculik Dan Dibunuh Secara Kejam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *